Bintang itu persis seperti harapan
Kadang terang benderang, kadang meredup, kadang samar atau bahkan lenyap sama sekali
Berselimut awan malam yang bergumul
Kamu pernah menjadi bintangku, bahkan kamu yang menawarkan untuk menjadi bintang itu
Aku menerimanya dengan hati, kaulah bintangku
Pelitaku, harapku
Aku tau tak akan pernah jadi seterang dulu
Yang ada hanya meredup, samar atau hilang sama sekali
Entahlah aku pun tak tau apa yang tengah terjadi dalam dirimu, bintangku
Namun sedikit banyak aku sadar
Ketika harapanku terkikis, pupus oleh sikapmu, maka disitulah bintangku memudar
Ketika harapanku mulai tersulut oleh kelembutanmu, disitulah bintangku mulai samar
Dan ketika aku berharap maha dahsyat akan kasihmu namun kau berpaling dan acuh padaku, disitulah bintangku lenyap seketika tertutup awan malam yang bergumul
Ya, kamulah pelitaku, harapku…
Kemudian aku menyusuri setiap jejak yang kutapak Sesekali terhenyak sejenak dan mengawang jauh Di bagian mana kesalahanku? Terus ku susuri tanpa putus, aku tau tapakku tak begitu sebanyak yang kau punya Langkah kita tak lagi sama dan searah, aku tau persis itu Tapi kurasa itu bukan salahku.
Entah harus bahagia atau tidak, ketika dipaksa melihat keadaanmu sekarang Kata sebagian orang kau tampak wajar dan biasa Namun dimataku, kamu menyedihkan…
Kenapa harus kau benci aku? Rasanya bagai terperangkap dalam jaring laba2 halus yang tak kasat mata Terjerat dalam dosa hitam yang aku sendiri tak tahu apa hitamku Kau tak pernah jelaskan, kau hanya pergi tanpa berujar dan meninggalkanku mati terjerat dosaku yang semu
Tak bisakah kau sebut saja semua, biar terang dan tak lama jadi semu Aku ingin menggaung tertelan ombak pesisir Biar jasad terapung Hingga lenyap terpecah karang
Semoga aku tidak menjadi tangga, dipijak hanya agar kamu menjadi lebih tinggi dan lalu aku menghening pada ruang waktu. Tenggelam menyaksikanmu dari bawah sini.
(Puisi Oleh: W.S. Rendra)
Burung hitam manis dari hatiku
betapa cekatan dan rindu sepi syahdu.
Burung hitam adalah buah pepohonan.
Burung hitam di dada adalah bebungaan.
Ia minum pada kali yang disayang
ia tidur di daunan bergoyang.
la bukanlah dari duka meski ia si burung hitam
Burung hitam adalah cintaku yang terpendam…